Friday, February 6th, 2009 at
8:55 pm
Sebelum Merid….
He = cowo
She = cewe
He : Akhirnya…,Aku sudah menunggu saat ini sejak lama..
She : Apakah kau rela kalo aku pergi??
He : Tentu Tidak!!Jangan pernah kau berpikir seperti itu!!
She : Apakah Kau Mencintaiku??
He : Tentu!Selamanya akan tetap begitu..
She : Apakah kau akan selingkuh??
He : Tidak!!Aku tidak akan pernah melakukan hal buruk itu!!
She : Apakah kau mau menciumku??
He : Ya ..
She : Sayangku…
Loh,apa yang Aneh??
Klik nih
show
Setelah 5 tahun merit
Setelah 5 tahun merid,baca dari bawah ke atas
Friday, February 6th, 2009 at
6:46 pm
1.
Jika anak terjatuh karena menyenggol meja, kita memukul mejanya dan mengatakan pada si kecil bahwa meja itu jahat.
atau:
kalau anak A memukul anak B sehingga si B menangis, kita akan (pura-pura) memukul si A di depan si B agar si B tidak menangis lagi.
Sikap seperti ini akan mendidik anak menjadi manusia pendendam. Si anak juga akan terdidik untuk menjadi manusia yang tidak pernah merasa bersalah. “Pokoknya apapun yang terjadi, yang salah adalah orang lain, bukan saya!”
2.
Kalau anak terjatuh, kita akan langsung menggendongnya dan melindunginya, bersikap seolah2 si anak baru saja mengalami musibah yang sangat besar.
Sikap seperti ini akan mendidik anak menjadi manusia manja, yang tidak kuat menahan cobaan hidup. Mereka akan gampang menyerah jika menghadapi masalah.
3.
Menakut-nakuti si anak akan adanya hantu.
Biasanya, cara seperti ini digunakan oleh orang tua jika anak mereka bandel atau tidak bisa diberitahu.
Memang, dalam jangka pendek sikap seperti ini biasanya efektif. Tapi untuk jangka panjang, ini justru tidak baik. Si anak akan tumbuh menjadi seorang yang penakut. ia akan takut pada hantu, padahal hanti atau jin sebenarnya tak perlu ditakuti. Mereka adalah makhluk yang jauh lebih rendah dari manusia. Mulai sekarang, kita justru harus menamamkan pengertian pada anak bahwa hantu tak perlu ditakuti. Kita justru harus “anggap remeh” terhadap hantu.
Wednesday, February 4th, 2009 at
3:26 pm
Seorang wanita cantik dan sexy terjatuh dari lantai 80 sebuah gedung megah. Untunglah di lantai 70, ada seorang Pria Amerika menangkapnya.
Wanita: “Terima kasih anda telah menolong saya…â€
Pria Amerika: “Sama-sama, tapi anda harus membalas budi.â€
Wanita: “Bagaimana caranya?â€
Pria Amerika: “Tidurlah denganku…â€
Wanita: “Bajingan kau, TIDAK MAU!!!â€
Pria Amerika: “Ya sudah , kalau nggak mau…â€
Pria Amerika kemudian melepaskannya dan wanita itu kembali terjatuh…
Di lantai 50, seorang Pria Prancis berhasil menangkapnya.
Wanita: “Terima kasih anda telah menolong saya…â€
Pria Prancis: “Sama-sama, tapi anda harus membalas budi.â€
Wanita: “Bagaimana caranya?â€
Pria Prancis: “Tidurlah denganku…â€
Wanita: “Bangsat kamu, TIDAK MAU!!!â€
Pria Prancis: “Ya sudah , kalau tidak mau…â€
Pria Prancis kemudian melepaskannya dan wanita itu kembali terjatuh…
Lantai 45 lewat, lantai 40 lewat, lantai 35 lewat dan tidak ada lagi yang menangkapnya. Si wanita mulai menyesal.
Akhirnya dia memutuskan kalau ada lagi pria yang menangkapnya, ia mau diajak tidur bareng. Dari pada mati, pikirnya.
Akhirnya di lantai 20, seorang Pria Arab menangkapnya. Buru-buru wanita itu berkata…
Wanita: “Terima kasih anda telah menolong saya. Sebagai balas jasa, anda boleh tidur dengan saya…â€
Pria Arab: “Astaghfirullah!!!â€
Lalu Pria Arab itu melepaskannya kembali…
Wednesday, February 4th, 2009 at
3:23 pm
Suatu hari, Eko seorang mahasiswa peternakan
berpapasan dengan seorang gembala dengan kambingnya.
Eko bertanya dengan takjub,
Eko : “Pak, boleh nanya nih?”
Gembala: “Boleh”
Eko : “Kambing-kambing bapak sehat sekali, bapak
kasih makan apa?”
Gembala: “Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang
putih?”
Eko : “Mmm yang hitam dulu deh……..”
Gembala: “Oh, kalo yang hitam, dia makannya rumput
basah”
Eko : “Ooohh….kalo yang putih?”
Gembala: “Yang putih juga….”
Eko : “Hmmm….kambing- kambing ini, kuat jalan
berapa kilo pak?”
Gembala: “Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang
putih?”
Eko : “Mmm yang hitam dulu deh……..”
Gembala: “Oh, kalo yang hitam, 4 km sehari”
Eko : “Ooohh….kalo yang putih?”
Gembala: “Yang putih juga….”
Si Eko mulai gondok…… ..
Eko : “Kambing ini, menghasilkan banyak bulu
pertahunnya ya, pak?”
Gembala: “Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang
putih?”
Eko : (dengan kesalnya) “Yang hitam dulu deh….”
Gembala: “Oh, kalo yang hitam, banyak…… 10 kg/th”
Eko: “Kalo yang putih?”
Gembala: “Yang putih juga….”
Si Eko mulai kesal: “BAPAK INI KENAPA SIH SELALU
NGEBEDAIN KAMBING JADI 2,PADAHAL JAWABANNYA SAMA AJA
?!!!!!!!!!!? ”
Gembala: “Oh, gini dik, soalnya yang hitam itu, punya
saya……”
Eko : “Oh begitu pak, maafin saya kalo gitu,
habisnya saya emosi.
Kalo yang putih punya siapa, pak??”
Gembala: “Yang putih juga!!!!”
Wednesday, February 4th, 2009 at
2:42 pm
Si Ucok yang kehausan pergi ke Warteg, lalu pesan teh panas.
Begitu datang pesanannya langsung diminum.
Sang pelayan warung kaget dan mengatakan “Jangan terburu-buru pak, kan teh itu masih panasâ€.
Si Ucok menjawab: “Apa kau bilang?.
Aku takut nanti teh ini keburu dingin, padahal harga teh dingin kan lebih mahal dari teh panas, nanti aku takut kau minta aku tambah bayarannya.
Wednesday, February 4th, 2009 at
2:42 pm
Si Atun marah-marah ama si Dul karena di kentutin.
Si Atun: “Dul yg bener dong masa sih elo kentutin gua”
Si Dul : “Sekarang gua tanya kentut itu baik apa buruk?”
Si Atun: ” Ya jelas kentut itu buruk”
Si Dul: ” Makanya kalo buruk gua buang!”
Si Atun: ” Terus kalo gua jawab baik?”
Si Dul : “Makanya gua bagi ame elo!”
Wednesday, February 4th, 2009 at
2:22 pm
Alkisah ada 2 orang pengemis yang kebetulan sama2 sumbing…
karena udah ngebet dua2nya pun melakukan penetrasi di sudut komplek…
cowo: ayang, em ey yu (sayang ML yuk)
cewe: iap ni, wahukin yah yang…. (udah telanjang… )
blesss… akhirnya terjadilah….
cewe: aahhhh, ahhhh, ahhhhh…… .
cowo: ohhh, ohhhh, ohhhhh enyak yang… enyak…
trus 10 menit kemudian cewe sambil berbisik namun setengah teriak…
cewe: bang, oyang bang…
cowo: iyah ayang….
cewe: bang… oyang…..
cowo: iyah ayang, ni lg oyang…
tiba2.. “PLAK”!!!!
cewe: ada oyang gobyog….!! !! (sambil nunjuk2 satpam yg lagi ngeliatin mereka berdua dari belakang)
Monday, February 2nd, 2009 at
2:10 pm
… MOM … IBU … MAK … BUNDA …
Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah kita menyakitkannya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci makinya? Melawannya?
Memukulnya? Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian.
Di saat ibumu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya.. tangannya tak dapat hapuskan air matamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan.. bayangkan ibumu sudah tiada.. apakah kamu cukup membahagiakannya.. apakah kamu pernah berfikir bertapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya…
Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
duniavenus.com
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more).
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less).
SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi…
Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita…
Kamu ingin kata-kata ini diberitahu ke teman-teman? silahkan aja dicopy dan di emailkan atau dipasang di blog kamu..!