Selamat datang di Dunia Venus. Sebelum browsing Dunia Venus, bagi kamu yang suka browsing dan ribet dengan membuka windows baru dari IE (Internet Explorer), coba browser yang satu ini, Firefox. Firefox disertai tab yang tidak perlu membuka windows baru untuk membuka suatu site. Firefox ini lebih cepat daripada IE, dan lebih aman dari mata-mata yang akan selalu mengintai kamu! Download versi terbarunya di bawah ini

Buat para cowo ati2 klo masuk wc wanita dlm pesawat..

9 06 2008
 

Seorang pria yang sedang mengadakan perjalanan dengan pesawat terbang
tiba-tiba ingin buang air. Akan tetapi setiap kali ia pergi ke toilet, selalu saja
toilet itu terisi.
Seorang pramugari melihat keadaan ini, ia lalu menganjurkan pria tadi untuk
menggunakan toliet wanita dengan catatan tidak menekan tombol-tombol
yang ada di dekat toliet tersebut. Ternyata tombol-tombol itu memang ada
didekat tissue, pada tombol-tombol itu tertulis huruf "WW" .."WA".."PP" .."ATR".. .
Karena penasaran, pria tadi tidak mengindahkan pesan sang pramugari dan
mencoba untuk menekan tombol-tombol itu. Dengan hati-hati ia menekan
tombol "WW" dan seketika air hangat menyemprot pantatnya… dalam hati
ia berkata "Oh rupanya tombol ini berarti Warm Water (air hangat) untuk
cebok…..wah enak ya perempuan kalau ke toliet"
Karena ia masih penasaran, lalu ia mencoba menekan tombol "WA"….dan
seketika bertiuplah udara hangat (Warm Air) untuk mengeringkan pantatnya
yang basah….."Aha. .." ia berpikir "Tidak heran kalau perempuan betah
berlama-lama didalam toilet dengan pelayanan seperti ini…!!":
Lalu ia menekan tombol "PP" dengan sangat berhati-hati sambil mengantisipasi
kemungkinan yang akan terjadi. Sebuah bantalan bedak (Powder Puff) keluar dari
samping lalu membedaki pantatnya yang sudah kering dengan bedak
halus….."Man. ..this is great ..sangat hebat pelayanan seperti ini !!!" ia berkata dalam hati…
Kemudian ia ia menekan tombol "ATR". Tahu-tahu ia pingsan, saat bangun dan tersadar
ia sudah ada di sebuah kamar rumah sakit dan ditangannya telah menempel selang infus…
ia sangat heran..lalu ia bertanya kepada perawat yang sedang bertugas…ia menerangkan
bahwa yang ia ingat adalah ia sedang berada didalam toilet wanita di dalam pesawat.
Sang perawat kemudian menjelaskan. ."Ya…anda pasti sedang menikmati
pelayanan dipesawat yang ditujukan untuk perempuan… sampai ketika anda
menekan tombol ATR yang artinya adalah Automatic Tampon Removal (pelepas
pembalut otomatis)… ..dan "punya" anda tertarik oleh alat itu!!!




Tahukah anda??

17 11 2007
 

Ini hanya untuk intermezo aja…….. :-)

Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya,
adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?
Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk
melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat
butuh seseorang untuk melindunginya?
Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk
diungkapkan adalah :
Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah
lebih yakin kepada dirinya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning
adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam adalah
orang yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan
pengertian anda?
Tahukah anda kalau anda menolong seseorang, pertolongan
tersebut dikembalikan dua kali lipat?
Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda
dalam tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara
langsung?
Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat
anda mengatakannya di hadapan orang tsb? — setuju!
Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan,
keinginan anda tsb pasti dikabulkan?
Tahukah anda bahwa anda bisa mewujudkan impian anda,
seperti jatuh
cinta, menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya
dengan
keyakinan, dan jika anda benar2 tahu, anda akan terkejut
dengan apa yang bisa anda lakukan.




EQ Management (EMOTIONAL QUALITY MANAGEMENT)

25 10 2007
 

Kita menemukan beberapa tips / artikel menarik tentang Emotional Quality Management. :-)

Apa manfaat / bagaimana peran dari kecerdasan EQ?
-80% kesuksesan dipengaruhi oleh EQ dan hanya 20% oleh IQ
-IQ membuat seseorang diterima bekerja, tapi EQ-lah yang membuat seseorang dipromosikan
-Dalam bidang apapun kecerdasan emosional membuat Anda cenderung lebih disukai
-Rata-rata orang yang cerdas emosinya, lebih berbahagia
-Kajian terbaru Daniel Goleman : Otak kita tercipta untuk Kehidupan Sosial yang Kaya, tapi banyak yang tidak tahu cara Memanfaatkannya

Emosi adalah hal begitu saja terjadi dalam hidup Anda. Anda menganggap bahwa perasaan marah, takut, sedih, senang, benci, cinta, antusias, bosan, dan sebagainya adalah akibat dari atau hanya sekedar respon Anda terhadap berbagai peristiwa yang terjadi pada Anda.
Membahas soal emosi maka sangat eratan kaitannya dengan kecerdasan emosi itu sendiri dimana merupakan kemampuan seseorang untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadap frustasi, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan lain-lain) dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan stres.
Kecerdasan emosional juga mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati dan kecakapan sosial. Ketrampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi dan sebagainya.
http://www.duniavenus.com
Apa hasil dari suatu pengembangan EQ?
-Lebih peka dan lebih sensitive dengan kebutuhan emosional orang lain !
-Mengendalikan mood maupun emosi Anda secara cepat dan tepat!
-Mulai menggunakan emosi Anda sebagai tenaga yang konstruktif, bukan destruktif !
-Mampu mengekspresikan kemarahan Anda secara positif dan membangun !
-Memahami, memodifikasi bahkan ‘memanipulasi secara positif’ interaksi yang lebih memberikan nilai tambah bagi Anda dan orang lain !
-Lebih membangun harga diri yang positif !

Nah, agar kecerdasan emosional Anda terjaga dengan baik, berikut 7 ketrampilan yang harus Anda perhatikan dan tak ada salahnya Anda coba cuplikan dari 7 KIAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) DI KANTOR :

Read the rest of this entry »




M.A.A.F ? (Say Sorry)

24 10 2007
 

M.A.A.F ?

4 huruf ajaib ini..
aku baru denger dari Radio 101.10 FM Surabaya (ga tau radio apa.. he he).. kata2 yang bagus banget….

Maaf… susah banget yang harus dikatakan seseorang, memang karena segala macam hal.. hebat kah orang yang bisa bilang Maaf? HEBAT…

Tapi……… Ada yang lebih hebat dari itu…!!! Yaitu, MENERIMA Maaf! Yah.. aku baru sadar akan hal itu… Memang susah banget mengatakan kata M.A.A.F kepada seseorang. Meskipun salah.. kita tetap membela diri kita sendiri. Tapi aku sadar, MENERIMA MAAF, itu lebih sulit lagi. Biasanya kita bilang, enak aja, aku balas nanti… atau, enak aja.. (meskipun tidak akan membalas).. kita susah mengampuni orang yang bersalah kepada kita.. Menerima MAAF dengan iklas.. adalah pelajaran yang baru yang patut dicoba..

Source…




Menjaga “Relasi” Pernikahan tetap Harmonis

5 03 2007
 

http://www.duniavenus.com

Menjaga pernikahan tetap harmonis dan langgeng bukan pekerjaan mudah. Tetapi, jika tahu rahasianya, jalan Anda untuk mengarungi
kehidupan pernikahan yang ideal akan makin besar.

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setiap pasangan untuk menjaga keharmonisan rumah tangganya. Langkah perlu dilakukan, karena harmonis tidaknya sebuah rumah tangga seringkali ditentukan oleh hadir tidaknya “kebiasaan-kebiasaan kecil” yang sering terabaikan. Inilah rahasia pernikahan harmonis yang dianjurkan dilakukan pasangan menikah.

* Mengembangkan minat yang sama
Setelah beberapa tahun menikah, mungkin Anda akan semakin menyadari betapa sedikitnya persamaan antara Anda dan pasangan. Misalnya, Anda senang memelihara kucing, sementara suami amat membencinya. Karena itu, jika ada satu saja minat yang sama, kembangkanlah minat tersebut, dan lakukan aktivitas tersebut secara bersama-sama pula. Bahkan, jika Anda berdua tak memiliki minat atau hobi yang sama, ciptakan aktivitas baru yang bisa Anda lakukan berdua.

* Percaya dan memaafkan
Pasangan yang harmonis selalu percaya dan saling memaafkan sebagai sebuah sikap standar. Ketika suatu ketika pasangan berbuat salah, salah satunya memberi maaf, dan berusaha untuk tetap mempercayainya. Begitu juga ketika berselisih paham, dan tidak menemukan kata sepakat.

* Bangga ketika bersama pasangan
Pasangan yang bahagia biasanya akan merasa bangga jika sedang bersama pasangannya. Karena itu, mereka sering tampil di depan umum, seperti dalam pesta, misalnya, sering terlihat mesra dan selalu bergandengan tangan. Mereka juga merasa nyaman ketika bersama. Setidaknya, itu menunjukkan saling mengatakan pada diri sendiri bahwa mereka saling menyayangi, bukan untuk pamer.

* Berjalan bersama dan bergandengan
Ada pasangan yang senang berjalan sendiri-sendiri, terutama pada saat-saat tertentu. Misalnya,

Read the rest of this entry »




Berikan yang terbaik untuk orang tuamu!

24 02 2007
 

http://www.duniavenus.com/
Waktu kamu berumur 1 tahun,
dia menyuapi dan memandikanmu
sebagai balasannya kau menangis sepanjang
malam

umur 2th,
dia mengajarimu bagaimana cara berjalan
sebagai balasannya kamu kabur waktu dia
memanggilmu

umur 3th,
dia memasak semua makananmu dengan kasih
sayang
sebagai balasannya kamu buang piring berisi
makananmu ke lantai

umur 4th,
dia memberimu pensil warna
sebagai balasannya kamu corat coret tembok
rumah
dan meja makan

………..(klik untuk melanjutkan)

Read the rest of this entry »




Hutang seorang Ibu

24 02 2007
 

http://www.duniavenus.com
Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di
dapur, yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia
menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisinya.
Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan celemek,
ia membacanya dan inilah tulisan si anak :

Untuk memotong rumput minggu ini
Rp. 7500,-
Untuk membersihkan kamar minggu ini
Rp. 5000,-
Untuk pergi ke toko menggantikan Mama
Rp. 10000,-
Untuk menjaga adik waktu Mama belanja
Rp.15000,-
Untuk membuang sampah setiap hari
Rp. 5000,-
Untuk rapor yang bagus
Rp. 25000,-
Untuk membersihkan dan menyapu halaman rumah Rp.
12500,-

Jumlah utang : Rp. 80000,-

Si ibu memandang anaknya yg berdiri disitu dengan
penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam
pikiran si ibu. Kemudian ia mengambil bolpen dan
membalikkan kertasnya, dan menulis :

………..(klik untuk melanjutkan)

Read the rest of this entry »




57 Sen

20 02 2007
 

conwellhattie may2

57 Sen

Seorang anak gadis kecil sedang berdiri terisak
didekat pintu masuk sebuah gereja
yang tidak terlalu besar, ia baru saja tidak
diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena
“sudah terlalu penuh”.

Seorang pastur lewat didekatnya dan menanyakan kenapa
si gadis kecil itu menangis?

“Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu” kata si gadis kecil.

Melihat penampilan gadis kecil itu yang acak-acakan
dan tidak terurus, sang pastur segera mengerti
dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi
tidak disambut masuk ke Sekolah Minggu.
Segera dituntunnya si gadis kecil itu masuk
ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia
mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil.

Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah
perasaannya, sehingga pada waktu sebelum tidur dimalam itu,
ia sempat memikirkan anak-anak lain yang senasib dengan dirinya
yang seolah-olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan Jesus.

Ketika ia menceritakan hal ini kepada orang tuanya,
yang kebetulan merupakan orang tak berpunya,
sang ibu menghiburnya bahwa si gadis masih beruntung
mendapatkan pertolongan dari seorang pastur.
Sejak saat itu, si gadis kecil berkawan dengan sang pastur.

Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal
di tempat tinggalnya didaerah kumuh,
dan sang orang tuanya meminta bantuan dari
si pastur yang baik hati untuk prosesi pemakaman
yang sangat sangat sederhana.
Saat pemakaman selesai
dan ruang tidur si gadis di rapihkan,
sebuah dompet usang, kumal dan sobek sobek ditemukan,
tampak sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang
mungkin ditemukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah.
Didalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 sen
dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas
kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil yang isinya:

“Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar
gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak
anak anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu”

Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke
gereja itu, si gadis kecil ini mengumpulkan dan menabungkan
uangnya sampai terkumpul sejumlah 57 sen
untuk maksud yang sangat mulia.

Ketika sang pastur membaca catatan kecil ini,
matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya.
Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini,
sang pastur segera memotivasi para pengurus dan
jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini untuk memperbesar bangunan gereja
Namun Ceritanya tidak berakhir sampai disini.
Suatu perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini
dan mempublikasikannya terus menerus.
Sampai akhirnya seorang Pengembang membaca berita ini
dan ia segera menawarkan suatu lokasi yang berada didekat gereja kecil itu dengan harga 57 sen,
setelah para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka
tak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu.

Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan
donasi dan melakukan pemberitaan,
akhirnya bola salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini
bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana
sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu
(pada pergantian abad,jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton).

Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis
kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan,
namun perduli pada sesama yang menderita.
Tanpa pamrih, tanpa pretensi.

Saat ini, jika anda berada di Philadelphia,
lihatlah Temple Baptist Church,
dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang dan
Temple University, tempat beribu ribu murid belajar.
Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan special
untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus ratus
(yah,beratus ratus) pengajarnya, semuanya itu untuk memastikan
jangan sampai ada satu anakpun yang tidak mendapat tempat
di Sekolah MInggu.

Didalam salah satu ruangan bangunan ini,
tampak terlihat foto si gadis kecil
yang dengan tabungannya sebesar 57 sen,
namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama
yang telah membuat sejarah.
Tampak pula berjajar rapih foto sang pastur yang baik hati
yang telah mengulurkan tangan kepada si gadis keci miskin itu,
yaitu pastor DR.Russell H.Conwell penulis buku “Acresof Diamonds” -
a true story.

Oleh: Ombowstring

http://library.temple.edu/collections/special_collections/hattie.jsp

Read the rest of this entry »




Menulis di Atas Pasir

14 02 2007
 

http://www.duniavenus.com
Kisah tentang 2 orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang tanpa dapat menahan diri menampar temannya.
Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir: “HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU.”
Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang untuk menyejukkan galaunya. Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Namun, ternyata oasis tersebut cukup dalam, sehingga dia nyaris tenggelam, dan diselamatkanlah dia oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu : “HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU.”
Si penolong yang pernah menampar sahabatnya tersebut bertanya, “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?”
Temannya sambil tersenyum menjawab,”Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila dalam antara sahabat terjadi sesuatu kebajikan sekecil apa pun, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tetap terkenang tidak hilang tertiup waktu.” Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu.
http://www.duniavenus.com




I love my brother

25 01 2007
 

http://www.duniavenus.com/

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!” Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.” Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…” Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23. Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..” Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26. Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja
reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar-ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.” Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Diterjemahkan dari : “I cried for my brother six times”

i love u my brother…
God Bless u…
http://www.duniavenus.com/