<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DuniaVenus.com &#187; Family</title>
	<atom:link href="http://duniavenus.com/category/inspirational-stories/family/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniavenus.com</link>
	<description>Dunianya Wanita Berjiwa Muda</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 May 2010 17:35:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>I love you mom &#8211; Video</title>
		<link>http://duniavenus.com/inspirational-stories/i-love-you-mom-video</link>
		<comments>http://duniavenus.com/inspirational-stories/i-love-you-mom-video#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 16:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dunia Venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirational Stories]]></category>
		<category><![CDATA[Video Clips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniavenus.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/PteWbYo3dTw&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/PteWbYo3dTw&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniavenus.com/inspirational-stories/i-love-you-mom-video/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Sahabat setelah membaca kisah ini</title>
		<link>http://duniavenus.com/inspirational-stories/cerpen-philosophy/arti-sahabat-setelah-membaca-kisah-ini</link>
		<comments>http://duniavenus.com/inspirational-stories/cerpen-philosophy/arti-sahabat-setelah-membaca-kisah-ini#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 11:52:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dunia Venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen, Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirational Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniavenus.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Aku tidak pernah berpikir kalau hidupku masih bisa bernafas setelah kecelakaan tabrakan mobil yang membuatku koma selama 1 bulan lamanya. Istriku Angel berkata padaku, bahwa Tuhan masih sangat mencintaiku sehingga ia memberikan aku satu kehidupan baru dalam hidupku. Selama proses pemulihan aku hanya bisa duduk terbaring di kursi roda untuk melakukan aktifitas, sebagai anak tunggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tidak pernah berpikir kalau hidupku masih bisa bernafas setelah kecelakaan tabrakan mobil yang membuatku koma selama 1 bulan lamanya. Istriku Angel berkata padaku, bahwa Tuhan masih sangat mencintaiku sehingga ia memberikan aku satu kehidupan baru dalam hidupku. Selama proses pemulihan aku hanya bisa duduk terbaring di kursi roda untuk melakukan aktifitas, sebagai anak tunggal satu-satunya dalam keluargaku, ayah dan ibu sangat mencintaiku.</p>
<p>Hidupku terlahir dengan kekayaan berlimpah, istriku cantik dan sejak kecil aku terbiasa dimanjakan sebagai anak orang kaya. Aku bersekolah di Australia saat lulus dari SMA dari Jakarta, menjadi orang kaya tidak membuatku dapat memiliki sahabat karena sifatku yang pendiam terlebih kata ibu sejak kecil aku mempunyai jantung yang lemah. Tidak heran mereka selalu mencemaskan keadaanku yang tidak pernah aku pikirkan, lucunya aku baru tau jantungku membusuk saat kecelakaan itu terjadi.</p>
<p>Aku duduk di teras rumahku yang menghadap ke laut Jawa dan memilih tempat itu sebagai masa penyembuhan dan rehabitasiku. Istriku sedang membuatkan aku segelas susu dan aku tanpa sengaja melihat sebuah buku novel tergeletak di meja teras, mungkin saja istriku baru membacanya dan menaruhnya disana. Aku membuka lembaran itu dan terselip sebuah foto antara aku, istri dan seorang sahabat yang telah lupa dalam ingatanku bernama Fernando.</p>
<p><span id="more-309"></span></p>
<p>Bukankah ini foto saat kami berada di Australia, Fernando berkerja sebagai pelayan kafe dan saat itu aku, istriku dan dia berfoto bersama saat berdiskusi. Istriku datang dan menghampiriku sembari meletakkan segelas susu di meja.</p>
<p>“ Mengapa foto ini ada disini sayang?” tanyaku<br />
Istriku terkejut, mungkin karena ia takut gambar itu membuat aku teringat masa lalu.<br />
“ Maaf aku tidak sengaja menemukan novel itu dari kiriman pos seseorang dan ketika membukanya terdapat foto kita semasa kuliah.”<br />
Aku terdiam, istriku langsung seperti salah tingkah.<br />
“ Ngomong-ngomong sekarang dimana Fernando, bukannya terakhir kita masih melihatnya saat bulan madu di Perth?”</p>
<p>Istriku terdiam, suara telepon tiba-tiba bordering dan dia langsung meminta izin untuk mengangkat. Aku hanya bisa mengenang foto kenangan itu, Fernando adalah sahabat pertama yang menjadi temanku saat aku nyaris mati karena kedinginan terserang hujan deras, ia bukan laki-laki beruntung seperti hidupku. Bahkan untuk menyambung hidupnya ia harus bekerja sebagai pelayan restorant, aku berterima kasih padanya karena berkatnya aku masih bisa hidup sampai detik ini.</p>
<p>Berkatnya juga aku bisa mengenal istri yang kucintai saat ini, persahabatan kami baik-baik saja hingga sebuah tragedy terjadi dalam hidup kami. Suatu ketika semua orang mempergujing aku di kampus dan mengatakan aku seorang gay karena terlalu dekat dengan Fernando. Terang saja aku marah, kami normal dan dekat karena dialah satu-satunya sahabatku di Australia dan aku bahkan rela menghajar orang-orang yag menjelek-jelekkan sahabatku itu. Tapi pertanyaan it u terus menghantuiku, sebagian dari sahabatku memang pernah berbisik kalau sahabatku itu gay tapi Angel tidak pernah mengatakan begitu walaupun mereka sudah mengenal sebelum hadirnya aku.</p>
<p>Tapi hidup memang pahit, di mataku sendiri Fernando berciuman dengan sesame pasangan gay-nya. Aku hancur dan malu memiliki sahabat seperti dia, ada yang aneh ketika melihatnya berbuat demikian. Sdyney memang kota bebas bagi gay, tapi tidak buat aku. Aku melupakan semua kebaikan yang pernah dia berikan padaku, jijik rasanya aku melihat monster itu hidup bersamaku selama ini. Aku tau Fernando melihatku memergokinnya saat itu, ia panik dan meminta maaf karena selama ini tidak jujur dengan statusnya, hal terakhir yang kudengar dari mulutnya adalah</p>
<p>“ Aku mungkin gay, tapi aku bukanlah monster yang ada disampingmu selama ini. Bagiku siapapun boleh menganggap aku manusia hina tapi janganlah kau sahabatku, karena kaulah satu-satunya sahabat dalam hidupku yang yatim piatu tanpa siapapun”</p>
<p>Aku tidak tergoda oleh kalimat itu walau terasa menyedihkan, kutinggalkan Sdyney saat itu juga dengan membawa Angel pindah ke Perth. Aku tau Angel ingin menyarankan aku untuk menerima kenyataan tapi hatiku membeku dan tidak sudi memiliki sahabat gay dan menjijikan seperti dia. Sejak saat itu aku tidak pernah melihatnya seperti yang aku katakan sebelumnya kami kembali bertemu saat aku sedang berbulan madu bersama istriku tepatnya 3 tahun setelah kami berpacaran di sebuah restorant mewah ketika Fernando mulai menjadi koki di restorant itu.</p>
<p>Aku sadar ini saat terakhir aku berjumpa dengannya, karena aku akan kembali ke Jakarta. Saran istriku padaku untuk setidaknya mengucapkan kata perpisahan dengannya aku turuti, aku pun mengundangnya minum kopi bersama sebagai sahabat lama walaupun dihatiku tidak pernah mau memaafkan statusnya sebagai gay. Kami bicara seadanya tentang hidup kami , dia mengucapkan selamat atas pernikahan kami. Dan kami pun berpisah, ketika pulang aku tidak mengingat semuanya selain sebuah mobil menabrakku dan aku pun koma hingga tidak sempat mengingat Fernando.<br />
Istriku kembali, dengan wajah sedikit senduh dia duduk disampingku.</p>
<p>“ Sayang, sebenarnya apa yang kamu pikirkan tentang foto itu”<br />
“ Tidak ada selain pertanyaan kemana Fernando saat ini?”<br />
Istriku menunduk sambil berkata “ Dia ada disini..”. Aku menjadi bingung,<br />
“ Maksudmu apa?”<br />
“ Fernando tidak akan pernah ada di dunia ini lagi, tapi dia akan selalu ada di sini, tepatnya di jantung yang kamu miliki saat ini.”<br />
“ Aku tidak mengerti maksudmu?”</p>
<p>Istriku menangis sambil bercerita, disaat-saat terakhir usai kecelakaan terjadi. Orang yang membawaku ke rumah sakit adalah Fernando, Dokter mengatakan bahwa jantungku sudah tidak berfungsi. Aku hanya memiliki waktu sedikit untuk tetap hidup dan Dokter menyarankan Fernando mencari donor jantung. Istriku Angel begitu terkejut dengan berita kecelakaan itu, ia menangis disamping Fernando. Tidak mungkin mencari jantung yang tepat dalam waktu saat kondisi kritis seperti ini.</p>
<p>&#8221; Fernando, sebentar lagi Anthony akan menjadi seorang ayah, aku tidak lagi sanggup hidup bila bayi dalam kandunganku ini tidak memiliki ayah..&#8221; ujar Angel.</p>
<p>Fernando tersenyum dan berkata</p>
<p>“ Percayalah kalau Athony ( namaku) akan tetap hidup disamping kamu untuk selamanya”</p>
<p>Itu lah kata-kata terakhir dari istriku, Fernando mendekat pada Dokter dan berkata ia mau mendonorkan jantungnya padaku. Dokter terang saja menolak keinginan Fernado karena tidak ada hukum yang mengizinkan orang sehat untuk berbuat demikian. Fernando tidak putus asa, baginya hidupnya yang sebatang kara tidak akan memiliki masa depan terlebih tak akan ada seorang pun yang peduli padanya. Ia dengar kalau hanya orang yang sekarat boleh mendonorkan dirinya, sahabatku melakukan tindakan bodoh.</p>
<p>Sesaat sebelum kematiannya ia menelepon Dokter dan mengatakan bahwa seseorang donor yang bersedia menyumbangkan jantungnya. Dokter bertanya siapa orang itu ! dengan tersenyum dibalik telepon Fernando berkata “ Saya menunggu anda di belakang rumah sakit, jantung ini hanya bisa bertahan selama beberapa saat, saya mohon Dokter kemarilah dalam waktu 10 menit.” Dengan berani Fernando menabrakan dirinya pada sebuah truk yang lewat, dia mengorbankan dirinya untuk menjadi donor dalam keadan sekarat.</p>
<p>Angel menerima kabar itu usai operasiku berjalan lancar saat itu ia hendak bertanya sosok donor yang menyumbangkan jantungnya dan berpikir untuk mengucapkan terima kasih pada keluarga, Dokter mengatakan sang donor adalah Fernando. Angel tidak mungkin mengatakan kejadian itu padaku, ia hanya ingin menunggu saat yang tepat dan saat inilah aku tau. Aku hanya bisa menangis diatas makam sahabatku. Ntah bertapa bodonya aku tidak pernah mengerti arti sahabat dalam kehidupanku. Kalau saja saat itu aku memaafkan apa yang terjadi mungkin tidak akan ada penyesalan dalam hidupku.</p>
<p>“ Dia sahabat yang tidak hanya menolong hidupku satu kali tapi dua kali, bukanlah dia yang seharusnya meminta maaf tapi akulah yang meminta maaf tidak pernah mengerti bertapa dia adalah sahabat sejati dalam hidupku, aku terlalu egois mengatakan bahwa dia gay dan dia adalah petaka dalam hidupku. Mungkin kata dia terakhir padaku tidak akan pernah terlupa dalam ingatanku, ia memang gay tapi ia bukanlah monster yang akan mencintai sahabatnya sendiri.”</p>
<p>Aku tidak akan pernah melupakan hal ini, walaupun hidupku berjalan dengan waktu, semoga kisahku tidak membuat kalian menjadi seperti aku. Ingatlah sahabat itu hadir dalam hidup kita tanpa pernah kita sadari bahwa sejatinya tidak ada manusia yang sempurna dalam hidup ini. anakku terlahir beberapa bulan kemudian dan untuk mengenang sahabatku, keberikan nama Fernando padanya.</p>
<p>Gay, lesbi , pria buta, wanita bisu mereka adalah manusia yang memiliki hati untuk mencintai dan kasih dalam persahabatan. Setidaknya kita menyadari saat ini sebelum terlambat.</p>
<p>True story ini pernah dimuat di Kompas.</p>
<p>Dan bagian dalam sejarah kisah ini<br />
terdapat dalam novel ke 3<br />
Agnes Davonar berjudul sama</p>
<p>“ SAHABAT.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniavenus.com/inspirational-stories/cerpen-philosophy/arti-sahabat-setelah-membaca-kisah-ini/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Didikan anak yang tidak baik..</title>
		<link>http://duniavenus.com/sekilas-info/didikan-anak-yang-tidak-baik</link>
		<comments>http://duniavenus.com/sekilas-info/didikan-anak-yang-tidak-baik#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 11:46:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dunia Venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirational Stories]]></category>
		<category><![CDATA[Personality]]></category>
		<category><![CDATA[Sekilas Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniavenus.com/sekilas-info/didikan-anak-yang-tidak-baik</guid>
		<description><![CDATA[1. Jika anak terjatuh karena menyenggol meja, kita memukul mejanya dan mengatakan pada si kecil bahwa meja itu jahat. atau: kalau anak A memukul anak B sehingga si B menangis, kita akan (pura-pura) memukul si A di depan si B agar si B tidak menangis lagi. Sikap seperti ini akan mendidik anak menjadi manusia pendendam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1.</p>
<p>Jika anak terjatuh karena menyenggol meja, kita memukul mejanya dan mengatakan pada si kecil bahwa meja itu jahat.</p>
<p>atau:</p>
<p>kalau anak A memukul anak B sehingga si B menangis, kita akan (pura-pura) memukul si A di depan si B agar si B tidak menangis lagi.</p>
<p>Sikap seperti ini akan mendidik anak menjadi manusia pendendam. Si anak juga akan terdidik untuk menjadi manusia yang tidak pernah merasa bersalah. &#8220;Pokoknya apapun yang terjadi, yang salah adalah orang lain, bukan saya!&#8221;</p>
<p>2.<br />
Kalau anak terjatuh, kita akan langsung menggendongnya dan melindunginya, bersikap seolah2 si anak baru saja mengalami musibah yang sangat besar.</p>
<p>Sikap seperti ini akan mendidik anak menjadi manusia manja, yang tidak kuat menahan cobaan hidup. Mereka akan gampang menyerah jika menghadapi masalah.</p>
<p>3.<br />
Menakut-nakuti si anak akan adanya hantu.<br />
Biasanya, cara seperti ini digunakan oleh orang tua jika anak mereka bandel atau tidak bisa diberitahu.<br />
Memang, dalam jangka pendek sikap seperti ini biasanya efektif. Tapi untuk jangka panjang, ini justru tidak baik. Si anak akan tumbuh menjadi seorang yang penakut. ia akan takut pada hantu, padahal hanti atau jin sebenarnya tak perlu ditakuti. Mereka adalah makhluk yang jauh lebih rendah dari manusia. Mulai sekarang, kita justru harus menamamkan pengertian pada anak bahwa hantu tak perlu ditakuti. Kita justru harus &#8220;anggap remeh&#8221; terhadap hantu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniavenus.com/sekilas-info/didikan-anak-yang-tidak-baik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mom.. Ibu.. Mak.. Bunda..</title>
		<link>http://duniavenus.com/inspirational-stories/cerpen-philosophy/mom-ibu-mak-bunda</link>
		<comments>http://duniavenus.com/inspirational-stories/cerpen-philosophy/mom-ibu-mak-bunda#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 07:10:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dunia Venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen, Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirational Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniavenus.com/uncategorized/mom-ibu-mak-bunda</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; MOM &#8230; IBU &#8230; MAK &#8230; BUNDA &#8230; Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah kita menyakitkannya? Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya? Mencaci makinya? Melawannya? Memukulnya? Mengacuhkannya? Meninggalkannya? Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil, Memberikan ASI waktu kita bayi, Mencuci celana kotor kita, Menahan derita, Menggendong kita sendirian. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font color="blue" face="Bitstream Vera Sans Mono" size="7">&#8230; MOM &#8230; IBU &#8230; MAK &#8230; BUNDA &#8230;</font><font color="teal" face="Bitstream Vera Sans Mono"><br />
</font><font color="navy" face="Bitstream Vera Sans Mono"><br />
</font><font color="#800080">Ibu melahirkan kita sambil menangis         kesakitan. Masihkah kita menyakitkannya?<br />
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?<br />
Mencaci makinya? Melawannya?<br />
Memukulnya? Mengacuhkannya?<br />
Meninggalkannya?</font></p>
<p><font color="#800080">Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,<br />
Memberikan ASI waktu kita bayi,<br />
Mencuci celana kotor kita,<br />
Menahan derita,<br />
Menggendong kita sendirian.</font></p>
<p><font color="#800080">Di saat ibumu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya.. tangannya tak dapat hapuskan air matamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan.. bayangkan ibumu sudah tiada.. apakah kamu cukup membahagiakannya.. apakah kamu pernah berfikir bertapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya&#8230; </font></p>
<p><font color="#800080">Ingat-ingatlah lima          aturan sederhana untuk menjadi bahagia:<br />
<a href="http://duniavenus.com">duniavenus.com</a></font></p>
<p><font color="#800080">1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.<br />
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.<br />
3. Hiduplah dengan sederhana.<br />
4. Berikan lebih banyak (give more).<br />
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less). </font></p>
<p><font color="#800080">SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi         IBU,         tetapi&#8230;<br />
Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kitaâ€¦</font></p>
<p>Kamu ingin kata-kata ini diberitahu ke teman-teman? silahkan aja dicopy dan di emailkan atau dipasang di blog kamu..! <img src='http://duniavenus.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniavenus.com/inspirational-stories/cerpen-philosophy/mom-ibu-mak-bunda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tukang Cukur</title>
		<link>http://duniavenus.com/inspirational-stories/tukang-cukur</link>
		<comments>http://duniavenus.com/inspirational-stories/tukang-cukur#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 12:08:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dunia Venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirational Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniavenus.com/inspirational-stories/tukang-cukur</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang,&#8221;Saya tidak percaya Tuhan itu ada&#8221;. &#8220;Kenapa kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.<br />
Si tukang cukur bilang,&#8221;Saya tidak percaya Tuhan itu ada&#8221;.<br />
&#8220;Kenapa kamu berkata begitu ???&#8221; timpal si konsumen.<br />
&#8220;Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan&#8230; untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.<br />
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,<br />
Adakah yang sakit??,<br />
Adakah anak terlantar??<br />
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.<br />
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.&#8221;<br />
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.<br />
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.<br />
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.<br />
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, &#8220;Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.&#8221;<br />
Si tukang cukur tidak terima,&#8221; Kamu kok bisa bilang begitu ??&#8221;.<br />
&#8220;Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!&#8221;<br />
&#8220;Tidak!&#8221; elak si konsumen.<br />
&#8220;Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana &#8220;, si konsumen menambahkan.<br />
&#8220;Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!&#8221;, sanggah si tukang cukur.<br />
&#8221; Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya&#8221;, jawab si tukang cukur membela diri.<br />
&#8220;Cocok!&#8221; kata si konsumen menyetujui.<br />
&#8220;Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !<br />
Tapi apa yang terjadi&#8230; orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.&#8221;<br />
Si tukang cukur terbengong !!! Shocked<br />
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. ~ Matius 11:28</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniavenus.com/inspirational-stories/tukang-cukur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mom</title>
		<link>http://duniavenus.com/inspirational-stories/mom</link>
		<comments>http://duniavenus.com/inspirational-stories/mom#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 22:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dunia Venus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirational Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniavenus.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut. Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika ibu saya berkunjung, ia<br />
mengajak saya untuk berbelanja<br />
bersamanya karena dia membutuhkan<br />
sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya<br />
tidak suka pergi berbelanja bersama<br />
dengan orang lain, dan saya bukanlah<br />
orang yang sabar, tetapi walaupun<br />
demikian kami berangkat juga ke pusat<br />
perbelanjaan tersebut. Kami<br />
mengunjungi setiap toko yang<br />
menyediakan gaun wanita, dan ibu saya<br />
mencoba gaun demi gaun dan<br />
mengembalikan semuanya. Seiring hari<br />
yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu<br />
saya mulai frustasi. Akhirnya pada<br />
toko terakhir yang kami kunjungi, ibu<br />
saya mencoba satu stel gaun biru yang<br />
cantik terdiri dari tiga helai. Pada<br />
blusnya terdapat sejenis tali di<br />
bagian tepi lehernya, dan karena<br />
ketidaksabaran saya, maka untuk kali<br />
ini saya ikut masuk dan berdiri<br />
bersama ibu saya dalam ruang ganti<br />
pakaian, saya melihat bagaimana ia<br />
mencoba pakaian tersebut, dan dengan<br />
susah mencoba untuk mengikat talinya.</p>
<p>Ternyata tangan-tangannya sudah mulai<br />
dilumpuhkan oleh penyakit radang<br />
sendi dan sebab itu dia tidak dapat<br />
melakukannya, seketika ketidaksabaran<br />
saya digantikan oleh suatu rasa<br />
kasihan yang dalam kepadanya. Saya<br />
berbalik pergi dan mencoba<br />
menyembunyikan air mata yang keluar<br />
tanpa saya sadari. Setelah saya<br />
mendapatkan ketenangan lagi, saya<br />
kembali masuk ke kamar ganti untuk<br />
mengikatkan tali gaun tersebut.<br />
Pakaian ini begitu indah, dan dia<br />
membelinya.<br />
Perjalanan belanja kami telah<br />
berakhir, tetapi kejadian tersebut<br />
terukir dan tidak dapat terlupakan<br />
dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari<br />
itu, pikiran saya tetap saja kembali<br />
pada saat berada di dalam ruang ganti<br />
pakaian tersebut dan terbayang tangan<br />
ibu saya yang sedang berusaha mengikat<br />
tali blusnya. Kedua tangan yang penuh<br />
dengan kasih, yang pernah menyuapi<br />
saya, memandikan saya, memakaikan<br />
baju, membelai dan memeluk saya, dan<br />
terlebih dari semuanya, berdoa untuk<br />
saya, sekarang tangan itu telah<br />
menyentuh hati saya dengan cara yang<br />
paling membekas dalam hati saya.</p>
<p>Kemudian pada sore harinya, saya pergi<br />
ke kamar ibu saya, mengambil<br />
tangannya, menciumnya &#8230; dan yang<br />
membuatnya terkejut, memberitahukannya<br />
bahwa bagi saya kedua tangan tersebut<br />
adalah tangan yang paling indah di<br />
dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa<br />
Tuhan telah membuat saya dapat melihat<br />
dengan mata baru, betapa bernilai dan<br />
berharganya kasih sayang yang penuh<br />
pengorbanan dari seorang ibu. Saya<br />
hanya dapat berdoa bahwa suatu hari<br />
kelak tangan saya dan hati saya akan<br />
memiliki keindahannya tersendiri.<br />
Dunia ini memiliki banyak keajaiban,<br />
segala ciptaan Tuhan yang begitu<br />
agung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniavenus.com/inspirational-stories/mom/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

