Thai Pantene television commercial. Its simply brilliant. The story of a deaf and mute girl who learns to play the violin against all odds. One of the most touching advertisements I’ve seen in a long, long time.
Pantene Thailand, iklan Pantene, cerita yang sangat bagus… Silahkan diputar film nya..
Bagi cewe2 yang kesal karena cowo hanya PDKT aja kelamaan lagi..
Gimana kalau cewe yang nembak duluan deh?
Search aja di youtube.com : Rasti Apa Maumu
nih salah satunya :
reff:
cape deh, cape deh, cape deh
kamu kok nggak nembak-nembak aku
cape deh, cape deh, cape deh
lebih baik kucari yang baru
*courtesy of duniavenus.com
* sehari, seminggu, sebulan
hari-hariku bersama kamu
kau pdkt sama dengan diriku
kau terus dekati diriku
** sehari, seminggu, sebulan
hari-hariku bersama kamu
tapi kok gak ada yang berubah
sebenarnya apa maunya kamu
Aku tidak pernah berpikir kalau hidupku masih bisa bernafas setelah kecelakaan tabrakan mobil yang membuatku koma selama 1 bulan lamanya. Istriku Angel berkata padaku, bahwa Tuhan masih sangat mencintaiku sehingga ia memberikan aku satu kehidupan baru dalam hidupku. Selama proses pemulihan aku hanya bisa duduk terbaring di kursi roda untuk melakukan aktifitas, sebagai anak tunggal satu-satunya dalam keluargaku, ayah dan ibu sangat mencintaiku.
Hidupku terlahir dengan kekayaan berlimpah, istriku cantik dan sejak kecil aku terbiasa dimanjakan sebagai anak orang kaya. Aku bersekolah di Australia saat lulus dari SMA dari Jakarta, menjadi orang kaya tidak membuatku dapat memiliki sahabat karena sifatku yang pendiam terlebih kata ibu sejak kecil aku mempunyai jantung yang lemah. Tidak heran mereka selalu mencemaskan keadaanku yang tidak pernah aku pikirkan, lucunya aku baru tau jantungku membusuk saat kecelakaan itu terjadi.
Aku duduk di teras rumahku yang menghadap ke laut Jawa dan memilih tempat itu sebagai masa penyembuhan dan rehabitasiku. Istriku sedang membuatkan aku segelas susu dan aku tanpa sengaja melihat sebuah buku novel tergeletak di meja teras, mungkin saja istriku baru membacanya dan menaruhnya disana. Aku membuka lembaran itu dan terselip sebuah foto antara aku, istri dan seorang sahabat yang telah lupa dalam ingatanku bernama Fernando.