Selamat datang di Dunia Venus. Sebelum browsing Dunia Venus, bagi kamu yang suka browsing dan ribet dengan membuka windows baru dari IE (Internet Explorer), coba browser yang satu ini, Firefox. Firefox disertai tab yang tidak perlu membuka windows baru untuk membuka suatu site. Firefox ini lebih cepat daripada IE, dan lebih aman dari mata-mata yang akan selalu mengintai kamu! Download versi terbarunya di bawah ini

Suka, Sayang, atau Cinta?

30 01 2007
 

http://www.duniavenus.com

*Saat kau MENYUKAI seseorang,kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
*Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
*Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

*Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?”
*Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku memelukmu?”
*Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…


Read the rest of this entry »




Sampai Menutup Mata - Lyrics and Video

29 01 2007
 

Artist: ACHA SEPTRIASA
Album: OST HEARTembun di pagi buta
menebarkan bau asa
detik demi detik ku hitung
inikah saat ku pergi

oh Tuhan ku cinta dia
berikanlah aku hidup
takkan ku sakiti dia
hukum aku bila terjadi

reff:
aku tak mudah untuk mencintai
aku tak mudah mengaku ku cinta
aku tak mudah mengatakan
aku jatuh cinta

senandungku hanya untuk cinta
tirakatku hanya untuk engkau
tiada dusta sumpah ku cinta
sampai ku menutup mata
cintaku sampai ku menutup mata

oh Tuhan ku cinta dia
berikanlah aku hidup
takkan ku sakiti dia
hukum aku bila terjadi

repeat reff

Video:
http://www.youtube.com/watch?v=qNIs_KCOc2A

Source:
http://www.lyricsandsongs.com/song/683740.html




I love my brother

25 01 2007
 

http://www.duniavenus.com/

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!” Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.” Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…” Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23. Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..” Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26. Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja
reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar-ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.” Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Diterjemahkan dari : “I cried for my brother six times”

i love u my brother…
God Bless u…
http://www.duniavenus.com/




Kisah Bihun dan Mie

25 01 2007
 

Bihun sangat iri hati terhadap mie, setiap kali bertemu di supermarket , mereka tidak pernah bertegur sapa, bahkan bihun sering mengolok-olok mie di depan umum, “Dasar kribo jelek hiih, mentang-mentang kuning gemuk aja, orang-orang lebih suka sama dia, nggak tahu malu” . Hari-hari berlalu dengan semakin menumpuknya rasa kebencian. Mie tetap adem ayem, tidak peduli bihun mau bilang apa. Pikir mie, “Kafilah menggonggong gue berlalu aah..”. Suatu hari di supermarket muncul item baru bernama spaghetti. Karena tidak kuat menahan emosi, bihun berlari dari raknya dan memukuli kepala spaghetti sambil berteriak, “Jangan kira gue enggak ngenalin eloe ya !!! Meskipun di-rebonding begitu, gue tetep tau eloe si kribo jelek itu…”




老鼠爱大米 (Lao Shu Ai Da Mi)

23 01 2007
 

我听见你的声音 (wo ting jian ni de sheng yin)
有种特别的感觉 (you zhong te bie de gan jie)
让我不断想不敢再忘记你 (rang wo bu duan xiang bu gan zai wang ji ni)
我记得有一个人 (wo ji de you yi ge ren)
永远留在我心中 (yong yuan liu zai wo xin zhong)
哪怕只能够这样的想你 (na pa zhi neng gou zhe yang de xiang ni)
如果真的有一天 (ru guo zhen de you yi tian)
爱情理想会实现 (ai qing li xiang hui shi xian)
我会加倍努力好好对你永远不改变 (wo hui jia bei nu li hao hao dui ni yong yuan bu gai bian)
不管路有多么远 (bu guan lu you duo mo yuan)
一定会让它实现 (yi ding hui rang ta shi xian)
我会轻轻在你耳边对你说(对你说) (wo hui qing qing zai ni er bian dui ni shuo (dui ni shuo)
我爱你爱着你 (wo ai ni ai zhe ni)
就像老鼠爱大米 (jiu xiang lao shu ai da mi)
不管有多少风雨我都会依然陪着你 (bu guan you duo shao feng yu wo dou hui yi ran pei zhe ni)
我想你想着你 (wo xiang ni xiang zhe ni)
不管有多么的苦 (bu guan you dou me de ku)
只要能让你开心我什么都愿意 (zhi yao neng rang ni kai xin wo shen me dou yuan yi)
这样爱你 (zhe yang ai ni)
———————————————————————
Like Mice Love Rice 
When I hear your voice
I get a special kind of feeling,
It makes me continually think that I don’t dare forget you again.
I’ll always remember that there’s a person
Who will stay in my heart forever,
Even if I can only long for you this way.
But if there really comes a day
When this love becomes a reality,
I will redouble my efforts to be true to you.
No matter how long the road
I will surely make this love come true.
I’ll lean close to your ear, and gently say to you,

“I love you, I’m loving you
Just like mice love rice.
No matter how many difficulties may come, I will still accompany you. 

I miss you, I’m missing you,
No matter how bitter the way
I’m willing to do anything to make you happy.
That’s the way I’ll love you.”




Yakin udah tau tentang cowo’?

22 01 2007
 

http://www.duniavenus.com/

Selama ini mungkin kamu menganggap cowok bersifat sama dengan cewek. Jadi kamu asyik aja memperlakukan si doi sesuai dengan jalan pikiranmu. Ups! Ternyata kamu salah besar! Ini ada beberapa fakta yang mungkin akan membuat kamu tercengang abiss! Mungkin kamu akan memperbaiki perlakuan kamu sebelum terlambat!
Mau tau? Simak deh…

1. Kamu pengen disayang, makanya kamu menjadi super manja kepada cowok kamu, yang selalu ngebutuhin dia. Faktanya?! Hal itu ngga bikin cowok bangga, bahkan dia bisa jadi ilfil.
Tips :
Ingat, si cowok bukanlah pembantu atau baby sitter kamu, tapi tunjukin kemampuan dan kemandirian kamu di hadapannya, jangan hanya minta bantuan melulu! Doi makin lebih cinta deh melihat kedewasaanmu itu.

2. Ketahuilah, make up tebal tidak membantu kamu untuk menarik perhatian cowok. Paling-paling cuman beberapa detik aja. Sebenarnya cowok lebih suka melihat cewek yang kelihatan cantik alami.
Tips :
Kamu boleh dandan kok, tapi ngga boleh berlebihan, nanti takut melihat wajahmu yang seperti topeng itu. Yang paling penting galz, “Inner Beauty!”.

3. Nggak semua cowok tertarik dengan cewek-cewek yang enteng memamerkan tubuhnya dan doyan memakai baju ketat nan seksi. Justru kaum cowok lebih tertarik dengan bahasa tubuh daripada melihat lekuk tubuh kamu yang dieksploitasi secara berlebihan.
Tips :
Kamu bisa pakai baju apa aja, yang penting nyaman, tapi jangan terlalu kuper. Nggak perlu repot beli yang baru untuk tampil seksi. Bisa aja sih, kamu pakai baju super tertutup, asalkan bahasa tubuhmu luwes dan asyik, mereka pasti terpana olehmu.

4. Dalam benakmu mungkin sudah tertanam, bahwa yang bertugas mentraktir adalah si cowok. Jadi mau ke mana pun, dimana pun, kamu ngga bakal mau bayarin. Jangan salah!!! Cowok ternyata nggak suka sama cewek yang nggak punya inisiatif untuk membayar. Kesannya pemerasan banget!
Tips :
Agar doi nggak merasa diperas, kamu bisa membayar hal-hal kecil seperti uang toilet ato parkir, atau juga mentraktirnya makan! Percaya deh, hal itu bakal bikin si doi makin mengagumimu dan menghargaimu.

5. Cowok nggak suka kalau kamu terlalu dekat dan akrab dengan teman-teman cowoknya atau temen cowok kamu. Sebatas kenal dan saling sapa sih boleh, tapi kalau sampai curhat dan saling SMS’an, makin mbuat si cowok makin BT dan merasa terganggu privasinya.
Tips :
Mungkin kamu melakukan itu karena ingin menyelami dan mengerti dirinya. Tapi, cowok justru akan merasa terusik dan nggak nyaman karena kamu mendominasi temannya. Biarkan dia berkumpul bersama mereka dan biarkan dia bebas dan punya dunia sendiri, tanpa ada kamu di dalamnya.

So? :)

http://www.duniavenus.com/




Phil Collins - You’ll Be In My Heart (4:19)

21 01 2007
 

Come stop your crying, it will be all right
Just take my hand, hold it tight
I will protect you from all around you
I will be here dont you cry

For one so small,you seem so strong
My arms will hold you keep you safe and warm
This bond between us cant be broken
I will be here dont you cry

And youll be in my heart
Yes, youll be in my heart
From this day on
Now and forever more
Youll be in my heart
No matter what they say
Youll be here in my heart
Always

Why cant they understand the way we feel
They just dont trust what they cant explain
I know were different but deep inside us
Were not that different at all

And youll be in my heart
Yes, youll be in my heart
From this day on
Now and forever more
Youll be in my heart
No matter what they say
Youll be here in my heart
Always

Dont listen to them, cause what do they know
We need each other, to have and to hold
Theyll see in time, I know

When destiny calls you, you must be strong
I may not be with you, but you gotta hold on
Theyll see in time, I know

Well show them together cuz…

Youll be in my heart
I believe, youll be in my heart
Ill be there from this day on
Now and forever more

Youll be in my heart
No matter what they say
Youll be here in my heart always

Always…
Ill be with you
Ill be there for you always
Always and always
Just look over your shoulder
Just look over your shoulder
Just look over your shoulder
Ill be there always

Source:
http://www.lyricsfreak.com/p/phil+collins/youll+be+in+my+heart_20108086.html




Phil Collins - Can’t Stop Loving You

21 01 2007
 

So youre leaving
In the morning
On the early train
But I could say everythings alright
And I could pretend and say goodbye

Got your ticket
Got your suitcase
Got your leaving smile
Oh, I could say thats the way it goes
And I could pretend and you wont know
That I was lying

Because I cant stop loving you
No, I cant stop loving you
No, I wont stop loving you
Why should i

We took a taxi
To the station
Not a word was said
And I saw you walk across the road
For maybe the last time, I dont know

Feeling humble
Heard a rumble
On the railway track
And when I hear the whistle blow
I walk away and you wont know
That ill be crying

Because I cant stop loving you
No, I cant stop loving you
No, I wont stop loving you
Why should i

Even try
Ill always be here by your side (why why why)
I never wanted to say goodbye
Im always here if you change, change your mind

So your leaving
In the morning
On the early train
But I could say everythings alright
And I could pretend and say goodbye
But that would be lying,no

Because I cant stop loving you
(cant stop loving you)
No, I cant stop loving you
(I wont stop loving you)
No, I wont stop loving you
Why should I even try
Because I cant stop loving you
(cant stop loving you)
No, I cant stop loving you
(thats all I can do)
No, I wont stop loving you
Why should i
(why should I)
Why should i
(tell me why)
Why should I even try

Source:
http://www.lyricsfreak.com/p/phil+collins/cant+stop+loving+you_20108087.html




Cinta itu seperti seseorang yang menunggu bis

21 01 2007
 

Cinta itu seperti seseorang yang menunggu bis.
(http://www.duniavenus.com )

Sebuah bis datang, dan kamu bilang, “Wah…terlalu
sumpek dan panas, nggak
bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja”

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan
berkata, “Aduh bisnya
kurang asik nih dan kok gak cakep begini… nggak mau
ah..”

Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi
dia seakan-akan tidak
melihatmu dan melewatimu begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong,
cukup bagus, tapi kamu
bilang, “Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan”. Maka
kamu membiarkan bis
keempat pergi..

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa
terlambat pergi ke
kantor.

Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu
langsung melompat masuk
ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya
sadar kalau kamu salah
menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu
tuju! Dan kamu baru
sadar telah menyiakan waktumu sekian lama..

Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu
orang yang
benar-benar ‘ideal’ untuk menjadi pasangan hidupnya.
Padahal tidak ada orang
yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun
sekali-kali tidak akan
pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia. Tidak
ada salahnya memiliki
persyaratan untuk ‘calon’, tapi tidak ada salahnya
juga memberi kesempatan
kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan
jurusan yang sama
seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak
cocok, apa boleh
buat.. tapi kamu masih bisa berteriak ‘Kiri !’ dan
keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu,
semuanya bergantung
pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki
sendiri menuju kantormu,
dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang
yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kamu benar-benar
menemukan bis yang kosong,
kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya
sejurusan dengan tujuanmu,
kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis
tersebut di depanmu.
Untuk dia memberi kesempatan kamu masuk ke dalamnya.
Karena menemukan yang
seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga
dan sangat berarti.
Bagimu sendiri, dan bagi dia. Bis seperti apa yang
kamu tunggu?
(Silvia)




Perangkap untuk si Matre!

19 01 2007
 

Kamu mencium gelagat materialistis dari pacar atau gebetanmu? Maksud hati pengen memenuhi keinginan si dia… tapi apa daya modal ngga cukup?! Simak deh tips triks ini untuk paling ngga ngurangi matre si doi…

1. Makan bayar sendiri.
Waktu makan bersama… bilang aja kamu bawa duit pas untuk 1 orang. Nggak mungkin kan ngga jadi makan atau cuman nemenin kamu aja. Biarin dia memesan pakai duitnya sendiri.

2. Jangan bawa dompet.
Waktu blanja, biarkan dia memilih barang yang dia sukai. Dia pikir pasti kamu bayarin. Padahal sampai di kasir, kamu ngaku ngga bawa dompet, ga bawa kartu ATM. Dengan terpaksa, dia pasti membayar sendiri. Kan malu kalo batal?!

3. Hadiah sederhana.
Pada waktu acara khusus, valentine misalnya. Jangan memberikan kado yang mahal, atau kamu buat sendiri kadonya. Sekalian tulis, “Cinta ga perlu mahal, yang penting niat tulusnya!” :)

Moga-moga setelah ini, si doi menjadi sadar dan tidak matre lagi!